1Pengertian Kehamilan Remaja
Kehamilan
remaja adalah kehamilan yang terjadi pada wanita usia antara 14 – 19 tahun baik
melalui proses pra nikah atau nikah.
Hal-Hal yang Menyebabkan Kehamilan Remaja
a) Kurangnya Pengetahuan Remaja tentang hubungan seksual.
a) Kurangnya Pengetahuan Remaja tentang hubungan seksual.
Dari jumlah
remaja yang hamil pada pra nikah dapat disimpulkan bahwa banyak remaja masih
minim pengetahuannya akan hubungan seksual. Pengetahuan yang setengah-setengah
justru lebih berbahaya ketimbang tidak tahu sama sekali. Pengetahuan yang
setengah-setengah tidak hanya mendorong
remaja untuk mencoba-coba, tapi juga menimbulkan salah persepsi.
b) Kurangnya peran orang tua dalam keluarga.
Perhatian
dan peran orang tua amat berpengaruh besar terhadap perkembangan mental dan
kejiwaan si anak. Anak yang tidak merasakan ketentraman didalam keluarganya
akan cenderung mencari ketentraman di luar dengan berbagai cara, ada kalanya
mereka melakukan hal-hal yang banyak diantaranya yang cenderung melakukan
hal-hal negatif sebagai bentuk kekesalan.
c) Kurangnya Pendidikan Seks dari Orang Tua & Keluarga terhadap Remaja.
Kurangnya pendidikan seks dari orang tua dan keluarga dapat menjadikan sebab seseorang melakukan hubungan seksual baik melalui proses pra nikah maupun nikah.
3. Dampak
Kehamilan Remaja
a) Pengguguran Kandungan
Faktor yang
mendukung terjadinya pengguran kandungan adalah sebagai berikut:
· Keadaan Ekonomi Keluarga.
Keadaan ini
mendorong suatu keluarga untuk lebih memilih menggugurkan kandungannya karena
faktor ekonomi yang membuat mereka merasa tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan
sehari-hari bayi yang kelak akan dilahitkan.
· Keadaan Emosional.
Setiap
remaja yang mengalami kehamilan di luar nikah akan terganggu keadaan
emosionalnya, apalagi bagi mereka yang tidak bisa menerima kehamilan tersebut karena
malu terhadap lingkungan sehingga mendorong mereka untuk menggugurkan.
· Pasanga yang tidak bertanggung jawab.
Dengan usia
yang belum cukup (belum matang) terlebih lagi bagi pihak pria yang harus
bertanggung jawab sepenuhnya atas perbuatan yang dilakukannya, membuat pihak
pria berpikir dua kali untuk bertanggung jawab. Dan apabila pihak pria tidak
bertanggung jawab maka ini terjadi beban bagi wanita sehingga memaksa wanita
tersebut untuk menggurkan kandunganya.
b) Resiko Persalinan yang akan Terjadi.
Beragam
resiko yang terjadi pada kehamilan di usia dini diantaranya pre-eklampsia,
anemia, bayi prematur, bayi berat lahir rendah (BBLR), kematian bayi dan PMS
meningkat pada remaja yang hamil sebelum usia 16 tahun. Selain itu remaja yang
hamil amat berisiko untuk menderita disproporsi sefalo pelvic atau kesempitan
panggul.
c) Perceraian Pasangan Muda
Pernikahan
remaja di usia muda dengan status emosi yang masih belum stabil kebanyakan
berujung kepada perceraian. Disamping itu faktor ekonomi dari pasangan yang
berubah drastis dimana sebelumnya kedua pasangan suami isteri dibiayai oleh
orang tua. Kini berubah menjadi memenuhi kebutuhan diri sendiri dengan segudang
masalah yang mereka hadapi dapat menyebabkan para pasangan berpikiran singkat untuk
segera menyelesaikan hubungan yang telah terjadi dengan perceraian.
d) Hubungan seks usia muda beresiko kangker.
Hubungan
seks pada usia dibawah 17 tahun merangsang tumbuhnya sel kanker pada alat
kandungan perempuan, karena rentan pada usia 12 – 17 tahun perubahan sel dalam
mulut rahim sedang aktif sekali. Saat sel sedang membelah secara aktif
(metamorfosis ) idealnya tidak terjadi kontak atau rangsangan apapun di luar,
termasuk masuknya benda asing dalam tubuh perempuan. Karena adanya benda asing,
termasuk alat kelamin pria dan sperma akan mengakibatkan perkembangan
Sel
kearah abnormal, sel abnormal dalam mulut rahim itu dapat mengakibatkan kangker
mulut rahim. Kangker mulut rahim menyerang alat kelamin perempuan, berawal dari
mulut rahim dan berisiko menyebar ke vagina hingga keluar permukaan.
4.Sebab Terjadinya Kehamilan Remaja
- Faktor Agama dan Iman
Kurangnya
penanaman nilai-nilai agama berdampak pada pergaulan bebas dan berakibat remaja
dengan gampang melakukan hubungan suami isteri di luar nikah sehingga terjadi
kehamilan, pada kondisi ketidaksiapan berumah tangga dan untuk bertanggung
jawab.
- Orang Tua
Kurangnya
perhatian khususnya dari orang tua remaja untuk dapat memberikan pendidikan
seks yang baik dan benar. Dimana dalam hal ini orang tua bersikap tidak terbuka
terhadap anak bahkan cenderung membuat jarak dengan anak dalam masalah seksual.
- Teman, Tetangga dan Media.
Pergaulan yang
salah serta penyampaian dan penyalahgunaan dari media elektronik yang salah.
Dapat membuat para remaja berpikiran bahwa seks bukanlah hal yang tabu lagi
tapi merupakan sesuatu yang lazim
- Pengetahuan yang minim ditambah rasa ingin tahu yang berlebihan Pengetahuan seksual yang setengah-setengah mendorong gairah seksual sehingga tidak bisa dikendalikan. Hal ini akan meningkatkan resiko dampak negatif seksual. Dalam keadaan orang tua yang tidak terbuka mengenai masalah seksual, remaja akan mencari informasi tersebut dari sumber yang lain, teman-teman sebaya, buku, majalah, internet, video atau blue film. Mereka sendiri belum dapat memilih mana yang baik dan perlu dilihat atau mana yang harus dihindari.
- Perubahan Zaman
Pada zaman
modern sekarang ini, remaja sedang dihadapkan pada kondisi sistem-sistem nilai,
dan kemudian sistem nilai tersebut terkikis oleh sistem yang lain yang
bertentangan dengan nilai moral dan agama, seperti fashion dan film yang begitu
intensif sehingga remaja dihadapkan ke dalam gaya pergaulan hidup bebas, termasuk
masalah hubungan seks di luar nikah. Perubahan Kadar Hormon pada remaja
meningkatkan libido atau dorongan seksual yang membutuhkan penyaluran melalui
aktivitas seksual.
-Semakin Cepatnya Usia Pubertas
Semakin cepatnya
usia pubertas (berkaitan dengan tumbuh kembang remaja), sedangkan pernikahan
semakin tertunda akibat tuntutan kehidupan saat ini menyebabkan “masa-masa
tunda hubungan seksual” menjadi semakin panjang. Jika tidak diberikan
pengarahan yang tepat maka penyaluran seksual yang dipilih beresiko tinggi.
- Adanya Trend baru
dalam berpacaran dikalangan remaja.
Dimana
kalau dulu melakukan hubungan seksual diluar nikah
5. Resiko Tinggi Kehamilan Remaja (usia Muda)
a. Pengertian resiko tinggi kehamilan
a. Pengertian resiko tinggi kehamilan
Kehamilan
usia dini memuat risiko yang tidak kalah berat. Pasalnya, emosional ibu belum
stabil dan ibu mudah tegang. Sementara kecacatan kelahiran bisa muncul akibat
ketegangan saat dalam kandungan, adanya rasa penolakan secara emosional ketika
si ibu mengandung bayinya. (Ubaydillah, 2000).
b. Dampak Kehamilan Resiko Tinggi pada Usia Muda.
a. Keguguran.
Keguguran pada
usia muda dapat terjadi secara tidak disengaja. misalnya : karena terkejut,
cemas, stres. Tetapi ada juga keguguran yang sengaja dilakukan oleh tenaga non
profesional sehingga dapat menimbulkan akibat efek samping yang serius seperti
tingginya angka kematian dan infeksi alat reproduksi yang pada akhirnya dapat
menimbulkan kemandulan.
b. Persalinan prematur, berat badan
lahir rendah (BBLR) dan kelainan bawaan.
Prematuritas
terjadi karena kurang matangnya alat reproduksi
terutama rahim yang belum siap dalam suatu proses kehamilan, berat badan lahir rendah (BBLR) juga dipengaruhi gizi saat hamil kurang dan juga umur ibu yang belum menginjak 20 tahun. cacat bawaan dipengaruhi kurangnya pengetahuan ibu tentang kehamilan, pengetahuan akan asupan gizi rendah, pemeriksaan kehamilan (ANC) kurang, keadaan psikologi ibu kurang stabil. selain itu cacat bawaan juga di sebabkan karena keturunan (genetik) proses pengguguran sendiri yang gagal, seperti dengan minum obat-obatan (gynecosit sytotec) atau dengan loncat-loncat dan memijat perutnya sendiri.
terutama rahim yang belum siap dalam suatu proses kehamilan, berat badan lahir rendah (BBLR) juga dipengaruhi gizi saat hamil kurang dan juga umur ibu yang belum menginjak 20 tahun. cacat bawaan dipengaruhi kurangnya pengetahuan ibu tentang kehamilan, pengetahuan akan asupan gizi rendah, pemeriksaan kehamilan (ANC) kurang, keadaan psikologi ibu kurang stabil. selain itu cacat bawaan juga di sebabkan karena keturunan (genetik) proses pengguguran sendiri yang gagal, seperti dengan minum obat-obatan (gynecosit sytotec) atau dengan loncat-loncat dan memijat perutnya sendiri.
c. Mudah terjadi infeksi.
Keadaan
gizi buruk, tingkat sosial ekonomi rendah, dan stress memudahkan terjadi
infeksi saat hamil terlebih pada kala nifas.
d. Anemia kehamilan / kekurangan zat
besi.
Penyebab
anemia pada saat hamil di usia muda disebabkan kurang pengetahuan akan
pentingnya gizi pada saat hamil di usia muda.karena pada saat hamil mayoritas
seorang ibu mengalami anemia. tambahan zat besi dalam tubuh fungsinya untuk
meningkatkan jumlah sel darah merah, membentuk sel darah merah janin dan
plasenta.lama kelamaan seorang yang kehilangan sel darah merah akan menjadi
anemis.
e. Keracunan Kehamilan (Gestosis).
Kombinasi
keadaan alat reproduksi yang belum siap hamil dan anemia makin meningkatkan terjadinya
keracunan hamil dalam bentuk pre-eklampsia atau eklampsia. Pre-eklampsia dan
eklampsia memerlukan perhatian serius karena dapat menyebabkan kematian.
f. Kematian ibu yang tinggi.
Kematian
ibu pada saat melahirkan banyak disebabkan karena perdarahan dan infeksi.
Selain itu angka kematian ibu karena gugur kandung juga cukup tinggi.yang
kebanyakan dilakukan oleh tenaga non profesional (dukun).
g.
Resiko bagi ibunya :
1) Mengalami
perdarahan.
Perdarahan
pada saat melahirkan antara lain disebabkan karena otot rahim yang terlalu
lemah dalam proses involusi. selain itu juga disebabkan selaput ketuban stosel
(bekuan darah yang tertinggal didalam rahim).kemudian proses pembekuan darah
yang lambat dan juga dipengaruhi oleh adanya sobekan pada jalan lahir.
2) Kemungkinan
keguguran / abortus.
Pada
saat hamil seorang ibu sangat memungkinkan terjadi keguguran. hal ini
disebabkan oleh faktor-faktor alamiah dan juga abortus yang disengaja, baik
dengan obat-obatan maupun memakai alat.
3) Persalinan
yang lama dan sulit.
Adalah
persalinan yang disertai komplikasi ibu maupun janin.penyebab dari persalinan
lama sendiri dipengaruhi oleh kelainan letak janin, kelainan panggul, kelaina
kekuatan his dan mengejan serta pimpinan persalinan yang salahKematian ibu.
Kematian
pada saat melahirkan yang disebabkan oleh perdarahan dan infeksi.
b. Dari
bayinya :
(1) Kemungkinan
lahir belum cukup usia kehamilan.
Adalah
kelahiran prematur yang kurang dari 37 minggu (259 hari). hal ini terjadi
karena pada saat pertumbuhan janin zat yang diperlukan berkurang.
(2) Berat badan
lahir rendah (BBLR).
Yaitu bayi
yang lahir dengan berat badan yang kurang dari 2.500 gram. kebanyakan hal ini
dipengaruhi kurangnya gizi saat hamil, umur ibu saat hamil kurang dari 20
tahun. dapat juga dipengaruhi penyakit menahun yang diderita oleh ibu hamil.
(3) Cacat
bawaan.
Merupakan
kelainan pertumbuhan struktur organ janin sejak saat pertumbuhan.hal ini
dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya kelainan genetik dan kromosom,
infeksi, virus rubela serta faktor gizi dan kelainan hormon.
4)
Kematian bayi
kematian
bayi yang masih berumur 7 hari pertama hidupnya atau kematian perinatal.yang
disebabkan berat badan kurang dari 2.500 gram, kehamilan kurang dari 37 minggu
(259 hari), kelahiran kongenital serta lahir dengan asfiksia.(Manuaba,1998).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar